Minggu, 22 Desember 2019

DENGAN METODE MPN( Most Probable Number)



LAPORAN PRAKTIKUMMIKROBIOLOGI



LAPORAN MIKROBIOLOGI 
DENGAN METODE MPN( Most Probable Number)


Disusunoleh:
KELOMPOK 3
Muhammad Sodik 1351810262
Yuni Nawwar Rizky wulandari 1351810278
Zahro Suryana Arief 1351810279
Arlingga Rahmania Lanuari 1351810280
Shintya Bella Aprilia 1351810281
Anis Thohiroh 1351810291
Dyah Ayu Wardani 1351810292
Mirza Elfaryani 1351810293

LABORATORIUM MIKROBIOLGI
AKADEMI FARMASI SURABAYA
2019








BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Air merupakan suatu sarana utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam penularan penyakit. Air bersih adalah air yang jernih, tidak berwarna, tawar dan tidak berbau. Sumber daya alam yaitu air, dapat diperoleh dari air permukaan meliputi air sungai, danau, waduk, rawa dan genangan air lainya.
Air merupakan kebutuhan yang paling dibutuhkan di dalam kehidupan manusia. Air yang ada di alam bukanlah didapat sebagai air murni, melainkan sebagai air yang mengandung bermacam-macam zat, baik yang terlarut ataupun tersuspensi. Jenis dan jumlah zat tersebut tergantung dari kondisi lingkungan sekitar sumbernya.
Air merupakan materi esensial bagi kehidupan makhluk hidup, karena makhluk hidup memerlukan air untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Secara umum fungsi air dalam tubuh setiap mikroorganisme adalah untuk melarutkan senyawa organik, menstabilkan suhu tubuh dan melangsungkan berbagai reaksi kimia tingkat seluler.
Pemeriksaan air secara mikrobiologi sangat penting dilakukan karena air merupakan substansi yang sangat penting dalam menunjang kehidupan mikroorganisme yang meliputi pemeriksaan secara mikrobiologi baik secara kualitatif maupun kuantitatif dapat dipakai sebagai pengukuran derajat pencemaran.
Uji kualitatif Coliform secara lengkap terdiri dari tiga tahap yaitu uji dugaan (presumptive test), uji penetapan (confirmed test), dan uji pelengkap (completed test). Metode pengujian yang digunakan adalah metode Most Probable Number (MPN).
Analisis kuantitatif mikrobiologi pada air minum penting dilakukan untuk mengetahui mutu air minum tersebut. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghitung atau mengukur jumlah jasad renik dalam suatu suspensi, salah satunya adalah pemeriksaan adanya bakteri Coliform pada minuman dengan metode MPN (Most Probable Number).
Pemeriksaan derajat pencemaran air secara mikrobiologi umumnya ditunjukkan dengan kehadiran bakteri indikator seperti Coliform dan Fecal coli. Bakteri Coliform sebagai suatu kelompok dicirikan sebagai bakteri berbentuk batang gram negatif, tidak membentuk spora, aerobik, dan anaerobik fakultatif yang memfermentasi laktosa dengan menghasilkan asam dan gas dalam waktu 48 jam pada suhu 35° C. Berdasarkan hal inilah yang melatar belakangi dilaksanakannya praktikum ini untuk mengetahui teknik pengujian kualitas air dengan menggunakan metode MPN sehingga dapat mengetahui air yang baik untuk dikonsumsi.
  1. Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan pengujian MPN ?
2.      Apakah yang dimaksud dengan bakteri coliform ?
3.      Apakah sampel yang digunakan positif tercemar bakteri coliform ?

  1. Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengujian sampel dengan metode MPN
2.      Untuk mengetahui bakteri pencemar
3.      Untuk mengetahui apakah sampel mengandung bakteri pengemar yaitu coliform

  1. Manfaat
Dapat mengetahui sampel yang digunakan dalam pengujian MPN yakni air PDAM tercemar oleh bakteri pencemar yakni coliform.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

            Bakteri Coliform adalah jenis bakteri yang umum digunakan sebagai indikator penentuan kualitas sanitasi makanan dan air. Coliform sendiri sebenarnya bukan penyebab dari penyakit-penyakit bawaan air, namun bakteri jenis ini mudah untuk dikultur dan keberadaanya dfapat doigunakan sebagai indikator keberadaan organisme patogen seperti bakteri lain, virus atau protozoa yang banyak merupakan parasit yang hidup dalam sistem pencernaan manusia serta terkandung dalam feses. Organisme indikator digunakan karna ketika seseorang terinfeksi oleh bakteri patogen, orang tersebut akan mengekskresi organisme indikatror jutaan kali lebih banyak dari pada organisme patogen. Hal inilah yang menjadi alasan untuk menyimpulkan bila tingkat keberadaan organisme indikator rendah maka organisme patogen akan jauh lebih rendah atau bahkan tidak sama sekali (Servais, 2007).
            Contoh bakteri Coliform adalah Eschericia coli dan Entereobacter aerogenes. Jadi, Coliform adalah indikator kulaitas air. Makin sedikit kandungan Coliform, artinya kualitas air semakin baik (Friedheim, 2001). Eschericia coli, merupakan anggota Coliform yang dapat dibedakan dari bakteri Coliform lain karna kemampuanya memfermentasikan laktosa pada suhu 44C (pada JPT hal ini dilakukan pada tahap terakhir atau saat uji kelengkapan). Pengidentifikasian dapat dilihat dari pertumbuhan dan reaksi yang memberikan warna berbeda pada media kultur khusus. Saat dikultur pada media EMB, hasil negative atau bakteri non-fekal adalah bakteri yang ditemukan pada hewan atau tanaman yang telah mati, jenis bakteri Coliform non-fekal yaitu Citrobacters sp., Enterobacter sp., dan Serratia sp. Morfologi Coliform yaitu bakteri bentuk batang, gram negative, tidak berspora, bersifat aerob atau anaerob fakultatif, dapat tumbuh pada media yang mengandung garam empedu, memfermentasi laktosa sebagai sumber karbon dan menghasilkan asam dan gas pada pada suhu 37C. Coliform ada yang bersifat ptogen pada saluran usus manusia yaitu dapat menyebabkan penyakit, Penyakit yang disebabkan oleh infeksi Coliform adalah diare. Ditemukan keberadaan Coliform melebihi batas yang dikehendaki mengindikasikan bahwa tingkat sanitasi yang rendah (Sperling, 2007).
            Metode MPN merupakan salah satu metode perhitungan secara tidak langsung. Metode MPN terdiri dari tiga tahap, yaitu uji pendugaan (presumptive test), uji konfirmasi (confirmed test) dan uji kelengkapan (completed test). Dalam tahap uji pertama, keberadaan coliform masih dalm tingkat probabilitas rendah, masih dalam dugaan. Uji ini mendeteksi sifat fermentatif Coliform dalam sampel (Lim, 1998). Dalam metode MPN, pengenceran harus dilakukan lebih tinggi daripada pengenceran dalam hitungan cawan, sehingga beberapa tabung larutan hasl pengenceran tersebut mengandung sel jasad renik. Beberapa tabung mungkin mengandung lebih dari satu sel, sedangkan tabung lanya tidak mengandung sel. Dengan demikian setela inkubasi diharapakan terjadi pertumbuhan pada beberapa tabung yang dinyatakan sebagai tabung positif sedang tabung lainya negatif. Metode MPN biasanya digunakan untuk menghitung jumlah mikroba didalam contoh berbentuk cair, meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat dengan melakukan pengenceran terlebih dahulu (Fardiaz, 1996). Metode MPN merupakan uji deretan tabung yang menyuburkan pertumbuhan coliform sehingga diperoleh nilai untuk menduga jumlah Coliform dalam sampel yang diuji. Uji positif akan menghasilkan angka indeks. Angka ini disesuaikan dengan table MPN untuk menentukan jumlah Coliform dalam sampel (Pakadang, 2010).
            Metode MPN biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba didalam contoh yang berbentuk cair, meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat dengan terlebih dahulu membuat suspense 1 : 10 dari contoh tersebut. Metode MPN dgunakan medium cair didalam tabung reaksi, dimana perhitunganya dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang ditumbuhi jasad renik setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. Pengamatan tabung yang positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya kekeruhan atau terbentuknya gas dalam tabung durham yang diletakkan pada posisi terbalik, yaitu jasad renik pembentuk gas. Untuk setiap pengenceran pada umumnya digunakan tiga atau lima seri tabung. Lebih banyak tabung yang digunakan menunjukkan ketelitian yang lebih tinggi. Tetapi alat gelas yang digunakan juga lebih banyak (Fardiaz, 1996).
            Untuk metode MPN (Most Probable Number) digunakan medium cair dalam wadah berupa tabung reaksi, perhitungan dilakukan berdasarkan tabung yang mengalami perubahan pada mediumnya baik itu berupa perubahan warna atau terbentuknya gelembung gas pada dasar tabung durham. Pada metode perhitungan MPN ini digunakan bentuk tiga seri pengenceran yang pertama 10-1, 10-2, 10-3. Kemudian dari hasil perubahan tersebut dicari nilai MPN nya pada table nilai MPN, dan untuk jumlah bakterinya maka digunakan rumus (Gobel, 2008).
            Tabel yang digunakan untuk menentukan nilai MPN dari tiga seri tabung berbeda dengan tabel lima seri tabung. Kombinasi yang dipilih mulai dari pengenceran tertinggi yang masih menghasilkan semua tabung positif sedangkan pada pengenceran yang berikutnya ada tabung yang negatif. Kombinasi yang diambil dari tiga pengenceran, jika pada pengenceran yang keempat dan seterusnya masih ditemukan tabung yang hasilnya positif, maka jumlah tabung yang positif tersebut harus ditambahkan pada angka kombinasi yang ketiga sampai mencapai jumlah maksimum (Vol, 1993). Beberapa jenis bakteri selain Coliform juga memiliki sifat fermentatif, sehingga diperlukan uji konfirmasi untuk mengetes kembali kebenaran adanya Coliform dengan bantuan medium selektif diferensial. Uji kelengkapan kembali meyakinkan hasil test uji konfirmasi dengan mendeteksi siaft fermentative dan pengamatan mikroskop terhadap ciri-ciri Coliform seperti, berbentuk  batang, gram negatif, tidak berspora. Output metode MPN adalah nilai MPN. Nilai MPN adalah perkiraan jumlah unit tumbuh (growth unit) atau unit pembentuk koloni (colony forming unit) dalam sampel. Namun, pada umunya nilai MPN juga diartikan sebagai perkiraan jumlah individu bakteri. Satuan yang digunakan, umunya per 100 mL atau per gram. Metode MPN memiliki limit kepercayaan 95% sehingga pada setiap nilai MPN, terdapat jangkauan nilai MPN terendah dan nilai MPN tertinggi (Lim, 1998).
            Uji penduga merupakan uji positif untuk menentukan bakteri Coliform. Media yang digunakan ialah media Lactose Broth. Bakteri dapat menggunakan laktosa sebagai sumber kerbon, namun ada pula sebagian bakteri enteric yang tidak dapat melakukanya. Kaldu laktosa mengandung surface tension depressant yang menekan pertumbuhan bakteri gram positif dan memacu bakteri gram negatif terutama bakteri Coliform. Hasil uji penguat yang positif atau meragukan menyatakan bahwa sampel air tidak layak untuk diminum. Uji penguat memerlukan media selektif dan diferensial seperti Eosin-Biru Metilen atau ENDO agar yang akan diinokulasi dari tabung laktosa yang positif. Uji pelengkap, uji ini merupakan tahap akhir analisis bakteri dai contoh air. Uji pelengkap dilakukan dengan pewarnaan gram (Volk, 1993).


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Alat
  1. Cawan petri                 10. Autoclave
  2. Tabung Reaksi            11. Pipet Ukur
  3. Sendok Stainless         12. Filler
  4. Erlenmeyer                  13. Rak tabung
  5. Gelas Ukur                  14. sumbat (kassa & kapas)
  6. Beakerglass                 15. plastic wrap
  7. Blader                         16. Micropipet
  8. Batang Pengaduk        17. Blue tip
  9. Kompor Listrik           18. LAF

3.2 Bahan
  1. Media NB                   4. Media EMBA
  2. Media LB                    5. Sampel Air PDAM
  3. Media BGLB              6. NaCl

3.3 Metode

  1. Pembuatan media NB
Ditimbang NB kemudian dilarutkan dan di sterilisasi menggunakan autoclave dengan suhu 1210C selama 20 menit kemudian dituang ke dalam 3 tabung reaksi masing masing sebanyak 9 ml dan diinkubasi selama 24 jam.

  1. Pembuatan media LB
Ditimbang LB kemudian dilarutkan dan di sterilisasi menggunakan autoclave dengan suhu 1210C selama 20 menit kemudian dituang sebanyak 9 ml ke dalam 9 tabung reaksi yang telah berisi tabung durham pastikan tabung durham terisi oleh media (tidak ada gelembung dalam tabung durham) dan diinkubasi selama 24 jam.

  1. Pembuatan media BGLB
Ditimbang BGLB kemudian dilarutkan dan di sterilisasi menggunakan autoclave dengan suhu 1210C selama 20 menit kemudian dituang sebanyak 9 ml ke dalam 9 tabung reaksi yang telah berisi tabung durham pastikan tabung durham terisi oleh media (tidak ada gelembung dalam tabung durham) dan diinkubasi selama 24 jam.

  1. Pembuatan media EMBA
Ditimbang EMBA kemudian dilarutkan dan di panaskan diatas kompor listrik sambil diaduk dengan batang pengaduk hingga agak mendidih lalu di sterilisasi menggunakan autoclave dengan suhu 1210C selama 20 menit kemudian dituang ke cawan petri dan diikubasi selama 24 jam.

  1. Pembuatan larutan induk
Diukur 10 ml air PDAM kemudian dituang ke erlenmeyer dan ditambahkan 90 ml NaCl kemudian diaduk hingga homogen dan di inkubasi selama 24 jam.

  1. Preparasi suspensi pengenceran sampel
Disiapkan larutan induk dan NB yang telah diinkubasi kemudian ambil 1 ml larutan induk, masukkan pada NB dan homogenkan. Lakukan dengan cara pengenceran. Kemudian diinkubasi selama 24 jam.

  1. Pengujian
    1. Uji praduga
Disiapkan LB yang telah diinkubasi dan juga suspensi sampel pengenceran pada NB yang telah diinkubasi pula kemudian ambil 1 ml sampel pada NB dan masukkan pada masing masing tabung berisi media  LB, homogenkan dan inkubasi selama 24 jam kemudian amati adanya gas yang terbentuk pada tabung durham dan amati pula apakah media LB keruh atau tidak dan catat tabung yang menunjukan uji positif.
    1. Uji Penegasan
Disiapkan media BGLB dan sampel pada media LB yang telah diinkubasi
Kemudian ambil 1 ml sampel pada media LB dan masukan pada masing masing tabung reaksi yang berisi media BGLB, homogenkan dan inkubasi 24 jam. Setelah diinkubasi amati adanya gas yang terbentuk pada tabung durham dan amati pula apakah media BGLB keruh atau tidak dan catat tabung yang menunjukan uji positif.
    1. Uji Pelengkap
Disiapkan media EMB Agar dan sampel pada media BGLB yang telah diinkubasi kemudian lakukan inokulasi dengan metode gores (sinambung) lalu inkubasi selama 24 jam. Setelah diinkubasi lakukan pengamatan ada atau tidaknya koloni yang berwarna hijau metalik, bila ada maka ada cemaran coliform fecal namun bila koloni berwarna pink maka ada cemaran coliform non fecal.






BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Pengujian kualitas air pdam dilakukan dengan metode MPN (Most Probable umber)terhadap bakteri Coliform. Sampel diambil kemudian dilakukan pengujian dengan 3 tahapan, yaitu uji pendugaan, ujipenegasan dan uji penguat.
a.       Uji Pendugaan
                 Hasil uji praduga terhadap kualitas air pdam. Uji praduga digunakanuntuk mengetahui ada tidaknya bakteri Coliformdalam air pdam. Sampel yang telah disuspensikan pada media NB kemudian difermentasikan pada media LB (Lactose Broth).

Hasil positifmenunjukkan adanya gelembung gas yangdihasilkan pada tabung durham dan pada media berwarna keruh.  Gelembung gasdihasilkan dari aktifitas bakteri koliform yangmemfermentasikan laktosa sebagai sumberkarbohidratnya dan menghasilkan gas sebagaiproduk akhirnya . Menurut Nuria dkk(2009), tabung durham berfungsi untuk menangkap gas hasil fermentasi laktosa agar dapat diamati.Semua sampel menunjukkan hasil yang positif,berarti semua sampel mengandung Coliform. Berdasarkan tabel MPN 3 seri tabung dengan jumlah tabung yang positif yaitu 3 3 3 positif coliform dengan >1100 mpn/g.
                                                        Gambar 1
  (Hasil uji praduga positif adanya gelembung gas pada tabung durham di media LB)
b.      Uji Penegasan

Tabung yang menunjukkan hasil positifdiuji lebih lanjut dengan uji penegasanmenggunakan media selektif Brilliant GreenLactose Bilebroth (BGLB). Uji ini dilakukan untukmembuktikan adanya bakteri koliform  padasampel air, dengan cara membedakan adanyagelembung atau tidak adanya gelembung dan juga dikatakan positif bila pada media berwrna keruh. Gelembung gasdihasilkan dari aktifitas bakteri koliform yangmemfermentasikan laktosa sebagai sumberkarbohidratnya dan menghasilkan gas sebagaiproduk akhirnya . Menurut Nuria dkk(2009), tabung durham berfungsi untuk menangkap gas hasil fermentasi laktosa agar dapat diamati.Semua sampel menunjukkan hasil yang positif, berarti semua sampel mengandung Coliform. Berdasarkan tabel MPN 3 seri tabung dengan jumlah tabung yang positif yaitu 3-3-3  (3 tabung untuk 10ml, 3 tabung untuk 1 ml, 3 tabung untuk 0,1 ml) positif coliform dengan > 1100 mpn/g



                                                Gambar 2
(Hasil uji penegasan positif adanya gelembung gas pada tabung durham di media BGLB)
c.       Uji Penguat
Uji penguat untuk mengetahui adanya bakteriColiformpada sampel dengan menggunakanmedia agar (Eosin Methylen Blue ) EMB.Uji inidinyatakan positif apabila pada cawan petriditemukan koloni yang berwarna hijau metalik.MenurutBrooks (2008) bila dalam biakan media EMBterdapat bakteri Escherichia coli maka asam yangdihasilkan dari fermentasi akan menghasilkan warnakoloni yang spesifik untuk bakteri Escherichia coliyaitu koloni yang berwarna hijau dengan kilaplogam. Hasil pengamatan diketahui bahwaterdapat karakteristik koloni lain yang berwarna  ungu dan pink pada media EMB agar. Bakteri yang tumbuh pada media EMB agar terdapatkoloni berwarna ungu dan pink merupakan bakteri non fecal yang berasal dari jasad hewan vertebrata.




                                                          Gambar 3
(Hasil uji penguat positif adanya bakteri dengan koloni berwarna ungu dan pink pada media EMB agar)

     Pada media EMB agar yang telah tumbuh bakteri dilakukan pengamatan yaitu pengamatan secara makroskopi dan mikroskopis.

1.      Pengamatan Makroskopis
Pengamatan makroskopis dilakukan terdapat, dua koloni yang berbeda yaitu berwarna ungu dan pink.
a.       Pada Koloni berwarna ungu
-          Warna              : Ungu
-          Ukuran            : Small
-          Bentuk            : Circular
-          Elevasi             : Raised
-          Margin             : Entire
b.      Pada Koloni berwarna pink
-          Warna              : Pink
-          Ukuran            : Moderate
-          Bentuk                        : Circular
-          Elevasi             : Raised
-          Margin             : Entire
2.      Pengamatan Mikroskopis
Pengamatan mikroskopis dilakukan, terdapat dua koloni yang berbeda yaitu berwarna ungu dan pink.
           
Koloni
Gambar
Keterangan
Koloni Ungu



Bentuk : Basil
               (Batang pendek)
Gram   : Positif (+)
Warna : Ungu




Koloni Pink




Bentuk : Basil
               (Batang pendek)
Gram   : Positif (+)
Warna : Ungu


4.2 Pembahasan
Hasil pengujian dari sampel air pdam menunjukkan bahwa sampel mengandung bakteri pencemar. MenurutBPOM (2008) batas ambang mikroba coliformdalam air minum kemasan adalah 0 koloni/100 mL.Keberadaan Coliform dalam sampel mengindikasikan bahwa adanya mikrobayang bersifat enteropatogenik dan atau toksigenikyang berbahaya bagi kesehatan. Bakteri Coliformmerupakan bakteri indikator sanitasi, yangkeberadaannya dalam pangan menunjukkan bahwaair atau makanan tersebut pernah tercemar oleh feses manusia karena bakteri ini lazimnya pada ususmanusia (Widiyanti & Ristiati 2004). BakteriColiform adalah golongan campuran bakteri fekaldan bakteri non fekal.
                      Hasil uji pendugaan dan uji penegasan dikatakan positif karena terdapatnya gelembung gas pada tabung durham dan pada media juga berwarna keruh setelah diinkubasi 24 jam hal itu menunjukkan bahwa terdapat bakteri Colifom yangterkandung dalam sampel .
                                    Hasil uji penguat menunjukkan bahwasampel terdapat bakteri Coliform. Menurut Suriawira (1996), Bakteri Coliform dapat dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu Coliform fekalcontohnya Escherichia coli, merupakan bakteri yang berasal dari kotoranhewan dan manusia. Sedangkan Coliform non fekalmisalnya Enterobakteraerogenes, biasanya ditemukan pada hewan atautanaman yang telah mati. Pada uji penguat pada mediaini nantinya dapat terlihat perbedaan antara mikroorganisme fekal dan non fekaldimana pada mikroorganisme fekal (gram negatif), media akan berwarna hijau metaliksedangkan pada mikroorganisme non fekal (gram positif), media akan berwarnamerah-pink atau tidak berwarna (Atlas, 2010). Pada hasil praktikum diamati pada media EMB agar terdapat koloni berwara ungu dan berwarna pink ini menunjukan bahwa termasuk bakteri Coliform non fekal yang biasanya ditemukan pada hewan atau tanaman yang telah mati bakteri ini menunjukan ciri ciri berbentuk basil atau batang pendek dengan warna gram ungu yaitu bersifat gram positif pada kedua koloni tersebut.



BAB V
KESIMPULAN


Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dari uji kualitas air dengan menggunakan metode MPN dapat diambil kesimpulan bahwa:
1.      Metode yang digunakan dalam pemeriksaan kualitas air adalah metode MPN (Most Probable Number) karena metode ini dapat mendeteksi Coliform dalam jumlah yang sangat rendah. Metode MPN terdiri dari tiga tahap, yaitu uji pendugaan (presumptive test), uji konfirmasi (confirmed test), dan uji kelengkapan (completed test). Metode MPN (most probable number) menggunakan medium cair dalam wadah berupa tabung reaksi, perhitungan di lakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif yaitu tabung yang mengalami perubahan pada mediumnya baik itu berupa perubahan warna atau terbentuknya gelembung gas pada dasar tabung durham. Pada uji penguat untuk mengetahui adanya bakteriColiformpada sampel dengan menggunakanmedia agar (Eosin Methylen Blue ) EMB
2.      Kualitas air pada sampel air PDAM pada uji pendugaan dan penegasan positif mengandung bakteri Coliform dengan >1100 mpn/g. Hasil pada media EMB agar terdapat koloni berwara ungu dan berwarna pink menunjukan bahwa termasuk bakteri Coliform non fekal yang biasanya ditemukan pada hewan atau tanaman yang telah mati.


DAFTAR PUSTAKA
Ø  Sunarti R. 2016. Uji Kualitas Air Minum Isi Ulang Disekitar Kampus Uin Raden Fatah Palembang. Palembang. Jurnal Bioilmi Vol. 2
Ø  Pramitha R. Uji Mpn dan Biokimia. Di https://www.academia.edu/8456898/Uji Mpn dan Biokimia (diakses tanggal 22 Desember 2019)


EVALUASI

1.               Apa perbedaan metode difusi sumuran dan difusi paper disk yang anda kerjakan tersebut ?
Ø  Metode difusi sumuran dilakukan dengan membuat sumuran dengan diameter tertentu pada media agar yang telah ditanami mikroba uji. Sedangkan pada metode difusi paperdisk dilakukan dengan cara kertas disk yang mengandung senyawa anntimikroba diletakkan diatas permukaan media agar yang telah ditanam ole mikroba uji.

2.               Mengapa pada preparasi mikroba uji diperlukan larutan standar ?
Ø  Untuk menggantikan perhitungan bakteri satu per satu dan untuk memperkirakan kepadatan sel yang akan digunakan pada prosedur pengujian antimikroba

3.               Bagaimana cara pembuatan larutan standar mac farland ?
Ø  Dibuat larutan 1.1755% (b/v) Barium Klorida
Ø  buat larutan 1% (b/v) Asam sulfat
Ø  Campurkan kedua larutan berdasarkan rasio tersebut, dengan [pemberian H2SO4 terlebih dahulu

Ø  Tutup tabung dengan rapat dan simpann pada suhu ruang ditempat gelap.

  1. Apa fungsi dari konntrol kontaminasi media, kontrol pertumbuhhan mikroba uji dan kontrol negatif/pelarut ?
Ø  Kontrol kontaminasi media : untuk mengetahui bahwa media terbebas dari faktor
kontaminasi bakteri dari luar.
Ø  Kontrol pertumbuhan mikroba uji : untuk membuktikan bahwa bakteri uji dapat tetap hidup.
Ø  Kontrol negatif/pelarut : untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pelarut terhadap pertumbuhan bakteri sehingga dapat doketahui bahwa yang mempunyai aktivitas antibakteri adalah zat uji bukan pelarut.

  1. Mungkinkah digunakan pelarut senyawa uji yang memiliki potensi antimikroba ? jelaskan !
Ø  Digunakannya pelarut senyawa uji potensi mikroba untuk mengetahui bagaimana cara menanngani penyakit yang ditimbulkan oleh mikroba maka dilakukanlah uji aktivitas mikroba dengan mengukur efek senyawa tersebut pada pertumbuhan suatu mikroba.

DAFTAR PUSTAKA


Ø  Sunarti R. 2016. Uji Kualitas Air Minum Isi Ulang Disekitar Kampus Uin Raden Fatah Palembang. Palembang. Jurnal Bioilmi Vol. 2
Ø  Pramitha R. Uji Mpn dan Biokimia. Di https://www.academia.edu/8456898/Uji Mpn dan Biokimia (diakses tanggal 22 Desember 2019)
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar